Selasa, 05 Januari 2016

Mimpi Berubahlah, Wahai Mimpi

Keinginan adalah sebuah kata yang membuat seseorang untuk bermimpi. Bermimpi pasti mengharapkan sebuah indahnya kebahagiaan, dan sedikit sekali seseorang bermimpi untuk menjadi orang yang buruk. Kalaupun dia bermimpi menjadi penjahat sekalipun pastilah menjadi penjahat yang terbaik bagi dirinya.
Sama seperti berubah, sebuah kata yang menjadikan seseorang berbeda. Bisa menjadi lebih baik dan menjadi lebih buruk. Lantas apa yang akan di bahas, tentunya berhubungan dengan kedua kata mimpi dan berubah. Tepatnya MERUBAH MIMPI.
Kenapa kita perlu merubah mimpi? Karena seiring berjalannya waktu hidup dan kebutuhan kita berubah, dan semua menjadi berubah. Entah sedikit entah sedang ataukah banyak perubahan akan selalu terjadi pada seseorang.

Ibaratkan saja ini soal pakaian yang akan kita kenakan, berada si padang pasir yang panas kita akan mengganti pakaian yang berbahan adem, tak mungkin pakai jaket berbulu tebal. Pindah mendiami sebuah kota di Eropa dan menjumpai musim dingin, pakaian dinginlah yang akan di kenakan. Contoh yang lebih gampang lagi berolah raga kita akan mengenakan kaos dan training. Tidur tak mungkin mengenakan baju pengantin, bergaun berpayet dan bling bling. Kecuali kalau kita ketiduran itu beda lagi.
Hemm, sudah yang jelas intinya manusia berubah karena merupakan sebuah kebutuhan, menurutku perubahan itu mutlak adanya.
Sama seperti ketika memijakkkan kaki dan mendiami sebuah tempat yang memiliki suasana berbeda. kini aku berada di rumah, tempat ini adalah awal mula sebuah mimpi terangkai, mimpi tentang cinta, kasih sayang dan pertahanan hidup.
Yang kini bisa ku lihat dan sangat menjadi pedoman mimpi yang selalu berubah ke arah terbaik, adalah lingkungan rumah ku. Rumah ini merupakan rumah kecil yang selalu terasa hangat bagi ku, membuat aku tersenyum dan merasakan aura penyambutan yang luar biasa ketika memasukinya.
Suasana ini yang selalu di nantikan, Bapa berada di depan menjadi imam dan aku berjajar dengan Mamah. Yap.. kita bersama melakukan sholat jamaah.
Sungguh bom amat dasyat selalu berhasil meledakkan tangis di dalam dada. Mendengar suara Bapa, berjajar dengan Mamah berdoa bersama, adalah sebuah kebahagiaan yang amat membuat hati ini menangis. Menangis karena bahagia, namun juga menangis sedih. Sedih ini bukan sedih yang biasa, namun sedih ini karena terbayang bahwa “Ya Tuhan sampai kapan aku bisa menikmati indahnya kehangatan ini”.
Bapa semakin tua Mamah pun juga, dan aku tak mengerti aku berumur sampai kapan. Bercengkrama bersama, berbicara masa depan bersama, berbicara kekonyolan bersama, bahkan tak luput ada perselisihan unik yang selalu terjadi. Entah itu soal tayangan televisi, baju, makanan, bahkan barang yang di letakkan. Ahh.. sungguh keluarga ini selalu aku rindukan.
Seusai sholat Mamah mencium tangan Bapa dan aku pun demikian, butiran air mata ini semakin ingin meluap. Oh Bapa inilah anakmu, aku sudah tumbuh menjadi seorang gadis dewasa. Pernahkah kau berfikir dosa apa yang membahayakanmu karena ulah anak gadismu ini? Oh Bapa aku sungguh mencintaimu, namun terkadang aku selalu membahayakanmu. Betapa aku ingin memelukmu, mencium pipimu dan mencium kakimu, aku amat bangga memiliki Bapa sepertimu.  Yang telah mengajarkanku menjadi anak yang selalu mensyukuri hidup walau itu sederhana dan amat sulit.
Mamah, aku pun mencium tangan Mamah. Mamah aku ingin mengatakan ini padamu akulah anak gadismu yang amat nakal, taukah kapan anak gadismu ini mengumpatkan hal-hal yang seharusnya di tinggalkan. Taukah jika aku bisa membawamu ke lubang yang membahayakan dan memilukan bahkan menyiksa. Oh Mamah aku ingin selalu bisa memeluk dan tidur di sampingmu. Hangat dan harumya tubuhmu yang selalu membuat aku merasa terlindungi dan membuat aku pulas tertidur, selalu berhasil membuat aku nyaman berada di sampingmu. Genggaman mu yang amat membuat anakmu ini kuat menjalani dan berjuang untuk hidup selalu aku nantikan. Tangis kebahagiaan Mamah selalu aku nantikan ketika mendengar kabar kebahagiaan dari ku, sederhana kau selalu tersenyum bahagia ketika nilai sekolah ku begitu memuaskan hatimu.
Mamah betapa aku selalu merindukan suaramu membangunkanku di pagi hari, menyuruhku sholat subuh dan mandi, menyapu atau makan. Mamahhhh kata kata itu yang selalu ku ucap sesampai di rumah. “Pa mamah di mana?” jawabnya selalu “Kokerod” maksudnya di warung mbah kerod. Hahaha. Sungguh pertanyaan yang membudaya pada diri ini. Aku selalu merindukan dan menginginkan Mamah selalu di sampingku.
Oh Bapa Oh Mamah, anak gadismu ini juga akan semakin dewasa dan tua seperti kalian. Dan tak mungkin jika aku berharap bisa selalu di temani seumur hidup bersama kalian. Sebuah usia tak ada yang mengerti hingga kapan. Dan sebuah hidup tak sebecanda yang di bayangkan. Bukan sekedar episode yang bisa selalu membahagiaakan, karena kehidupan sekarang ini amatlah sangat berat. Hidup ini akan menentukan dengan siapa aku kelak bertemu. Ya, akankah kita di pertemukan kembali di alam selanjutnya?.
Oh Bapa Oh Mamah akankah doa ku di dengar oleh Tuhan, apakah aku termasuk anak sholehah kalian. Hemmm.. mimpi dan harapan sampaikanlah semua ini, aku ingin selalu jadi anak yang membawa mereka ke tempat yang membahagiakan. Aku ingin selalu membuat kalian bahagia pa, ma.
Sungguh aku takut Tuhan menjadikan aku alasan kalian mendapat bahaya, karena aku sangat menyayangi kalian. Hanya satu menjadi anak berbakti, dan selalu bisa menyayangi dan dikasihi oleh kalian. Yap.. bukan sekedar cerita cinta untuk seorang pria yang entah bisa seperti Bapa yang begitu hebat atau tidak. Bukan cinta untuk seorang pria yang entah akan menuntun ku kearah yang lebih baik atau tidak. Karena sekarang waktunya aku membuat Bapa Mamah menjadi makhluk paling beruntung memiliki anak sepertiku. Ya jangan sampai kelak mereka menyesali telah melahirkan dan menjagaku dari titipan Tuhan. Sungguh cinta ini tulus selalu untuk kalian. Kalian tak akan pernah membuat hati ini menangis ketakutan, tak pernah membelah hati ini menjadi teriris-iris karena cinta ini berbeda. Cinta yang kekal dan selalu suci. Love Bapa Love Mamah. Kalian adalah perubah mimpi yang mulia sepanjang masa.


Akulah anakmu yang nakal.  

Tidak ada komentar: