Jumat, 25 Desember 2015

Mimpi dalam Angan Kesadaran


Terbangun dengan penuh mimpi, namun bukan mimpi si bunga tidur yang menghiasi tidur di malam-malam seperti biasanya. Lebih tepatnya ini adalah mimpi tentang kehidupan yang di rangkai oleh angan seorang manusia. Mungkinkah hanya aku yang memikirkan hal ini. Aku tak memahaminya, sulit untuk terus aku perkirakan.
Ada yang bilang janganlah hidup dengan perakira-prakira yang tak jelas akhirnya, karena mungkin kau akan menyesalinya. Tetapi itu sangat menyulitkan, karena gudang memori di sini amat kerap memikirkanya.
Terkadang terbesit harapan di mana hanya memikirkan hal-hal yang menggembirakan saja, tak ada dia, tak ada sedih, tak ada kecewa, tak ada menyesal, tak ada ketergantungan kebahagiaan ketika sosoknya datang dan memancarkan senyumnya. Sungguh aku merindukan hati dan pikiran yang masih murni.