
Terbangun dengan
penuh mimpi, namun bukan mimpi si bunga tidur yang menghiasi tidur di
malam-malam seperti biasanya. Lebih tepatnya ini adalah mimpi tentang kehidupan
yang di rangkai oleh angan seorang manusia. Mungkinkah hanya aku yang
memikirkan hal ini. Aku tak memahaminya, sulit untuk terus aku perkirakan.
Ada yang bilang
janganlah hidup dengan perakira-prakira yang tak jelas akhirnya, karena mungkin
kau akan menyesalinya. Tetapi itu sangat menyulitkan, karena gudang memori di
sini amat kerap memikirkanya.
Terkadang
terbesit harapan di mana hanya memikirkan hal-hal yang menggembirakan saja, tak
ada dia, tak ada sedih, tak ada kecewa, tak ada menyesal, tak ada
ketergantungan kebahagiaan ketika sosoknya datang dan memancarkan senyumnya.
Sungguh aku merindukan hati dan pikiran yang masih murni.