Sabtu, 18 April 2015

Pesan Tuhan untuk Kau Tulis dan Baca

X mungkinkah ia jodohmu, atau setan penggerogot imanmu. Surakarta 18 February 2014. saat itu, Aku menulis artikel tentang jodoh, dan sebuah alam bawah sadar. Benarkah itu bisa di lakukan, benarkah apa yang sebenarnya kita tau tak baik,  bisa di hindari. Pahamkah bahwa aku tau mana yang baik, mana yang seharusnya aku pilih, dan mana yang bisa menuntunku.
Itulah mengapa menulis membuat kita menjadi memiliki catatan pengingat, pengingat di kala kita terpuruk dan jatuh. Atau pengingat di kala kita sedang senang dan bergembira yang luar biasa menggebu-gebu. Dan bacalah setelanya, karena dengan menulis tanpa membaca maka kau akan lupa,  ingatlah bahwa Tuhan menuntun kita untuk senantiasa membaca, jadi apa lagi yang menjadi alasan untuk membenci menulis dan membaca. Tentu tak ada ….

Jumat, 10 April 2015

Sepucuk Surat Untuk Diriku

Untuk diriku,
Assalamualaikum wr wb.
Diriku bagaimana keadaanmu sekarang? Masihkah kau mengeraskan kepala mu? hai diriku cobalah kau duduk sejenak dan tenangkan hati, pikirkan apa yang sudah ku lakukan selama ini. Dan lihatlah tindakan yang sudah ku perbuat selama ini. Mampukah membuat diri ku tenang?
Satu tahun silam diriku masih tersenyum, tak mengerti dengan dampak ego yang masih di keraskan di kepala. Ingin memenangkan apa pun demi diriku sendiri. Tak penah menghargai upaya orang lain, bahkan mencibir dan mengelak kebenaran orang lain. Menganggap mampu hidup tanpa pertolongan orang lain. Menganggap bisa sukses tanpa kehadiran orang lain. Benarkah itu? Cobalah buka pintu kembali.. 
Hai diriku, masihkah kau kini menyalahkan orang lain, yang dulu pernah mewarnai hati dan hari dari diriku. Memberikan cinta yang tulus dan sucinya. Meluangkan waktu, hanya untuk sekedar membahagiakan satu sama lain.Merasa gundah ketika tak bisa memberikan yang terbaik. masihkah diriku membencinya?