Kamis, 20 Februari 2014

Tidur yang Ganjil

“4 tahun silam, umurku masih 14 tahun kala itu. Masih sangat teringat di memoriku.”
Hujan di pagi itu membuat aku merasa sedikit enggan bangun dari tidurku. Gentingpun gemeritik terkena hujatan air yang turun dari langit. Suara itu seolah terdengar bagai instrument pelelap tidur. Akupun tak bisa menahan dan tak bisa terhindar dari godaan suasana. Sebuah keputusan yang sangat mengecewakan, menarik selimut dan mendekap bantal guling adalah pilihan terakhir.
Permasalahannya ada di sini, dan itulah awal dari kisah ini. Kisah yang sangat mengganggu kenyamanan. Karena dari situlah aku memulai sebuah kejadian aneh yang masih berlangsung semenjak SMA hingga 4 bulan silam.

Selasa, 18 Februari 2014

“X” Mungkinkah Ia Jodohmu, atau Ia Setan Penggerogot Imanmu

Cenderung gelap, itulah suasana di sore ini. Sebenarnya sih belum terlalu sore, masih siang menjelang sore. Jadi ya rada remang-remang gimana gitu ini suasana kamar. Waktu seperti ini memang sangat enak untuk terlelap. Apalagi ditemani suara air yang gemericik dari kran depan kamarku. Yah…. suara itu ada karena salah satu tetangga kost sedang mencuci beberapa helai pakaiannya. Itu semua menambah suasana yang nyaman untuk sekedar berbaring dan menerawang alam tak terduga.
Alam tak terduga? Mungkin kebanyakan orang menyepelekannya. Atau bahkan tak pernah memikirkannya. Tapi berbeda dengan ku, seorang yang selalu ingin tahu dan penasaran dengan yang akan datang, hingga bahkan menjadi hayalan-hayalan yang begitu membumbung teramat tinggi. Memang sebenarnya itu semua amatlah sangat tidak dibetulkan, dan bahkan tidak di anjurkan untuk dilakukan. Tapi semua itu membuat aku semakin tau arah bagaimana menjalani hidup. Agar tak mudah menyerah,  karena Tuhan pasti akan menunjukkan jalan menuju mimpi bagi hambanya yang tak kenal putus asa. Hehehe.. sedikit kaya lagu d’masiv.