Selasa, 18 Februari 2014

“X” Mungkinkah Ia Jodohmu, atau Ia Setan Penggerogot Imanmu

Cenderung gelap, itulah suasana di sore ini. Sebenarnya sih belum terlalu sore, masih siang menjelang sore. Jadi ya rada remang-remang gimana gitu ini suasana kamar. Waktu seperti ini memang sangat enak untuk terlelap. Apalagi ditemani suara air yang gemericik dari kran depan kamarku. Yah…. suara itu ada karena salah satu tetangga kost sedang mencuci beberapa helai pakaiannya. Itu semua menambah suasana yang nyaman untuk sekedar berbaring dan menerawang alam tak terduga.
Alam tak terduga? Mungkin kebanyakan orang menyepelekannya. Atau bahkan tak pernah memikirkannya. Tapi berbeda dengan ku, seorang yang selalu ingin tahu dan penasaran dengan yang akan datang, hingga bahkan menjadi hayalan-hayalan yang begitu membumbung teramat tinggi. Memang sebenarnya itu semua amatlah sangat tidak dibetulkan, dan bahkan tidak di anjurkan untuk dilakukan. Tapi semua itu membuat aku semakin tau arah bagaimana menjalani hidup. Agar tak mudah menyerah,  karena Tuhan pasti akan menunjukkan jalan menuju mimpi bagi hambanya yang tak kenal putus asa. Hehehe.. sedikit kaya lagu d’masiv.
Alam tak terduga bukanlah sebuah alam yang penuh dengan kegiatan mistis. Namun sebuah alam yang penuh kisah dan mimpi yang indah. Aku menyebutnya alam yang tak terduga karena di sanalah aku bisa menduga-duga apa yang hendak terjadi di kemudian hari bahkan menambahkan hal yang tak akan mungkin dirasa untuk dijalani. Ada cita-cita, untuk hari esok, hal unik, yang sudah terjadi atau pun akan terjadi karena baru di rencanakan, sebuah perjalanan mengarungi lautan kehidupanku itulah alam tak terduga bagi ku. Dan satu hal yang menarik pikiranku dan memancing otakku adalah alam tak terduga mengenai Jodoh.
Siapa yang tau akan jodohnya? Aku yakin semua orang tak akan mengetahui siapakah jodohnya. Jodoh menurutku adalah seorang yang akan mendampingi kita, mendampingi dan membimbing ke arah yang diridhoi oleh sang pencipta yaitu Allah SWT. Tidak hanya itu jodoh akan selalu bersama dengan kita, bukan raganya tapi hatinya, perasaannya, pikirannya, tindakannya dan semua yang menunjang kehidupannya. Walau kini orang itu belum dan bahkan tidak aku ketahui, tapi dia diam-diam sebenarnya terikat batin dengan kita. Hemmm.. lebay … itu mungkin yang akan terucap ketika seseorang mendengar celotehanku ini. Aku sendiri aja nulisnya rasanya lebay banget. Tapi lebay ini berbeda. Seorang yang mulai mengenal cinta pasti akan dibuat semakin gila. Gila akan pikirannya sendiri, itulah yang membuat seseorang terlihat lebay dengan kata-katanya. Karena ia menerima sebuah rasa yang tak bisa didefinisikan, yaitu sebuah cinta.
Itulah jodoh, ia tak bisa dipisahkan dengan kata cinta. Dimana ada kata jodoh disitulah cinta akan ikut si jodoh terbang kemanapun. Membahas sebuah kata cinta, pasti sangat banyak jenisnya. Nah.. yang mau aku bahas sekarang cinta antar lawan jenis. Ecie… cinta-cintaan.. :)
Pernahkah kau merasa gugup bertemu dengan seseorang? Merasa dag dig dug.. tak karuan. Apa kau pernah merasa sesuatu yang ganjil ada di hatimu. Perasaan itu muncul ketika kau mendengarnya berbicara, tersenyum, berjalan, duduk, bahkan waktu kau membaca setatus-setatusnya di sosmed. Bahkan seorang yang dimabuk oleh perasaan ganjil itu seringkali selalu mengikuti kemanapun orang yang membuatnya seperti itu melangkah. Sebut saja ia dengan “X”.  Seakan-akan tahu apa yang si X lakukan di rumahnya, di sekolah, di kampus, di warung, ataupun di manapun itu. Sering membuka facebook dan diam-diam mengunjungi profilnya, diam-diam kepo ke twitternya, diam-diam kepo ke google + nya. Dan parahnya lagi, berlagak jadi detektif sering Tanya-tanya si X ke sana-kesini. 
Tindakan itu amat sangat wajar terjadi bahkan sering dilakukan oleh anak-anak jaman sekarang. Akhirnya sering kali merasa diPHPin. Padahal kan si X gak melakukan apapun ke kita.  Aku pun mengakuinya aku sesekali pernah melakukan hal yang lebay itu. Lebay di sini sangat diperlukan, karena hal itu yang membuat kita sadar rasa apa yang sedang menghinggap di hati ini. Apa itu benar-benar rasa cinta, atau sekedar hanya rasa kagum yang cepat sirna.
Amat sangat senang ketika kua sudah mengetahui jawabannya. Saat kau tak lagi mengikutinya kau tak merasa kehilangan berarti itu hanya sebuah rasa kagum. Namun akan semakin menyiksa ketika kau mulai diam-diam merindukannya. Kau akan tersiksa sendiri. Itu baru satu kisah. Yang sangat tak pantas dilakuakn oleh seorang muslimah. Yah bisa dikatakan itu masa-masa puber.
Bagaimana dengan kisah yang lain?
Semisal kau mengenal seseorang hanya pernah sekali bertatap muka. Dan itu secara tak sengaja. Kau dipertemukan begitu singkat dan tanpa makana yang jelas. Hanya tau siapa namanya dan berlalulah begitu saja. Tapi 2 tahun kemudian kau secara tak sengaja bertemu dia kembali. Jalan pikiranmu sudah berbeda, tingkah laku bahkan kedewasaan sudah berubah. Bahkan pandangan dan pikiran sudah mulai terbentuk menuju kedewasaan. Lantas kau berbincang dengannya. Hanya sekedar berbicara tentang yang tak penting. Lama kelamaan sebuah rasa penasaran timbul. Membuat dan menyeret seseorang menggali informasi sebanyak-banyaknya mengenai si X. diam-diam memanjatkan doa secara malu-malu agar dapat berjumpa, ingin mendengar kabarnya, dan bahkan sesekali iseng menanyakan hal yang tak penting. Sebenarnya hal itu sangat tak di logika dan tak masuk akal. Jika dipikir orang itu bukan lah siapa-siapa mu. Tapi ketika kau terlibat dalam sebuah situasi yang genting uluran tangan untuk membantu terucap tak henti-hentinya. Dan saat-saat seperti ini kata-kata dengan kendaraan imanlah yang harus kau pegang. Antara menerima uluran tangan yang datang karena rasa ganjil atau menahannya untuk berfikir lebih jernih dan aman.
Sebagai seorang wanita yang benar adalah agar menjaga perasaannya agar tetap tulus dan tidak dimabukkan oleh rasa syahwatnya. Begitu juga pria, dia di tuntut untuk menahan rasanya dan tindakan yang tak masuk diakal.
Jika ditahan secara berkelanjutan rasa gila yang membara yang akan di alami. Semakin keras untuk melupakannya semakin melekat pula si X di otaknya. Dan parahnya lagi sebuah tindakan-tindakan yang Allah benci akan terlintas di pikiranmu. Meminta ampunan itu jalan yang penting dan harus dilakukan.
Hal itu bisa muncul ketika kita tak menjaga seluruh perbuatan kita. Menyebarkan berbagai pesona yang menyesatkan. Dan disinilah sebuah kalimat berlaku. “tundukkan pandangan”. Hal itu yang sangat penting dalam membawamu ke zona aman. Jika memang kau inigin mendapatkannya maka jalan satu-satunya sebagai seorang muslim haruslah menghitbah seorang muslimah itu. Tapi di kenyataan hingga dewasa kini, banyak orang yang menganggap hal itu sangatlah kuno dan bahkan terkesan tak di masuk akal. Jika memang jodohmu adalah pria atau wanita itu secara tidak sengaja kau akan merasakan bahwa jawaban yang tepat memang ia. Tapi pemuda jaman sekarang terlena akan budaya yang tidak menghormati si wanita. Karena pria yang tak punya nyali menebar pesona dan si wanita termakan oleh rayuan itu. Mereka melakukan tindakan di luar ambang kewajaran. Alih-alih mengaku pacaran. Sehingga tidak ada batas diantara keduanya. Ketika putus merasa sakit hati dan merasa dihianati. Siapa suruh mau pacaran, coba waktu itu saling menjaga pandangan dan berkomitmen saling menjaga hati satu sama lain. Pasti rasa cinta yang tumbuh akan tersirami oleh iman yang tebal. Semakin lama semakin murni cinta yang tumbuh itu. Semakin ingin menjaganya dan semakin ingin melindunginya.
Jika dilihat dari beberapa kisah diatas. Cinta yang timbul masih sebatas dasar. Namun itulah awal cinta, bisa jadi binasa atau cinta yang suci. Sangat sayang sekali jika ia menjadi cinta yang jahat. Tapi akan sangat luar biasa jika ia menjadi cinta yang suci dan terjaga. Untuk para wanita yang sholehah mengingatkan kaum pria yang mulai dimabukkan oleh rasa yang ganjil sangatlah perlu. Dalam situasi seperti itulah control iman di masing-masing insan harus membentengi.
Menuju ke kata jodoh lagi. Dimanakah kita akan menemukan si Jodoh. “hingga saat ini aku masih percaya. “jodoh akan datang dan ada dimana kita berpijak”. Maka dari itulah sebagai manusia harus tahu diamanakan akan memijakkan kaki. Ditempat yang baik atau buruk.. itu merupakan pilihan, karena jodoh bisa berada di temat yang tak terduga. Seperti alam tak terduga ku yang mulai menerawang keadian-kejadian seseorang.
Kita bisa bicara dan bercerita setelah mengamati, tidak harus melakukan. Dan disitulah hal penting dalam menduga-duga alam bawah sadar kita. Alam tak terduga kita. Karena dengan mengamati kita bisa berpolitik dalam kehidupan. Politik menentukan sebuah jalinan setatus. Teman, sahabat, saudara, atu hingga akhirnya menjadi Jodoh.
Dan jodoh itu akan ada ketika kita sudah siap menerimanya. Ketika kita sudah membentuk kepribadian yang pantas mendapatkan yang sempurna bagi kita. Ia akan sempurna ketika kita juga mencoa untuk menjaga dan menyempurnakan hati kita.
Yah.. itulah jodoh yang sangat sulit untuk ditebak. Walau kisah diatas hanya kisah dasar yang sering hinggap ke semua orang. Tapi dari situlah kita bisa mencari jalan yang lurus. Agar menjaga cerita yang sepele tadi menjadi sebuah cerita yang sangat unik untuk di kenang, dipelajari dan tentunya diteliti. Agar kelak hal-hal bodoh tidak dilakukan oleh kita. Agar semua itu berubah jadi benteng iman dan benteng menjaga jiwa yang suci.
Terimakasih untuk semua kisah yang membuat benteng iman semakin tebal. Terimakasih cerita-cerita teman, sahabat saudara yang tentunya tak bisa aku tuangkan semua di sini. Terimakasih karna kalian membuat aku semakin ingin menjaga cinta ku untuk tetap suci dan istiqomah..
Semangat.. tidak ada alasan cinta yang membuta. Masa muda.. masa remaja tak bisa kau sia-siakan untuk hal yang menjerumuskanmu ke Neraka. Ngaudubillah..
Surakarta,
18 February 2014

Tidak ada komentar: