Cenderung gelap, itulah suasana di
sore ini. Sebenarnya sih belum terlalu sore, masih siang menjelang sore. Jadi
ya rada remang-remang gimana gitu ini suasana kamar. Waktu seperti ini memang sangat
enak untuk terlelap. Apalagi ditemani suara air yang gemericik dari kran depan
kamarku. Yah…. suara itu ada karena salah satu tetangga kost sedang mencuci
beberapa helai pakaiannya. Itu semua menambah suasana yang nyaman untuk sekedar
berbaring dan menerawang alam tak terduga.
Alam tak terduga? Mungkin kebanyakan
orang menyepelekannya. Atau bahkan tak pernah memikirkannya. Tapi berbeda
dengan ku, seorang yang selalu ingin tahu dan penasaran dengan yang akan
datang, hingga bahkan menjadi hayalan-hayalan yang begitu membumbung teramat
tinggi. Memang sebenarnya itu semua amatlah sangat tidak dibetulkan, dan bahkan
tidak di anjurkan untuk dilakukan. Tapi semua itu membuat aku semakin tau arah
bagaimana menjalani hidup. Agar tak mudah menyerah, karena Tuhan pasti akan menunjukkan jalan
menuju mimpi bagi hambanya yang tak kenal putus asa. Hehehe.. sedikit kaya lagu
d’masiv.
Alam tak terduga bukanlah sebuah alam
yang penuh dengan kegiatan mistis. Namun sebuah alam yang penuh kisah dan mimpi
yang indah. Aku menyebutnya alam yang tak terduga karena di sanalah aku bisa
menduga-duga apa yang hendak terjadi di kemudian hari bahkan menambahkan hal
yang tak akan mungkin dirasa untuk dijalani. Ada cita-cita, untuk hari esok,
hal unik, yang sudah terjadi atau pun akan terjadi karena baru di rencanakan,
sebuah perjalanan mengarungi lautan kehidupanku itulah alam tak terduga bagi
ku. Dan satu hal yang menarik pikiranku dan memancing otakku adalah alam tak
terduga mengenai Jodoh.
Siapa yang tau akan jodohnya? Aku
yakin semua orang tak akan mengetahui siapakah jodohnya. Jodoh menurutku adalah
seorang yang akan mendampingi kita, mendampingi dan membimbing ke arah yang
diridhoi oleh sang pencipta yaitu Allah SWT. Tidak hanya itu jodoh akan selalu
bersama dengan kita, bukan raganya tapi hatinya, perasaannya, pikirannya,
tindakannya dan semua yang menunjang kehidupannya. Walau kini orang itu belum
dan bahkan tidak aku ketahui, tapi dia diam-diam sebenarnya terikat batin
dengan kita. Hemmm.. lebay … itu mungkin yang akan terucap ketika seseorang
mendengar celotehanku ini. Aku sendiri aja nulisnya rasanya lebay banget. Tapi
lebay ini berbeda. Seorang yang mulai mengenal cinta pasti akan dibuat semakin
gila. Gila akan pikirannya sendiri, itulah yang membuat seseorang terlihat lebay
dengan kata-katanya. Karena ia menerima sebuah rasa yang tak bisa
didefinisikan, yaitu sebuah cinta.
Itulah jodoh, ia tak bisa dipisahkan
dengan kata cinta. Dimana ada kata jodoh disitulah cinta akan ikut si jodoh
terbang kemanapun. Membahas sebuah kata cinta, pasti sangat banyak jenisnya.
Nah.. yang mau aku bahas sekarang cinta antar lawan jenis. Ecie…
cinta-cintaan.. :)
Pernahkah kau merasa gugup bertemu
dengan seseorang? Merasa dag dig dug.. tak karuan. Apa kau pernah merasa
sesuatu yang ganjil ada di hatimu. Perasaan itu muncul ketika kau mendengarnya
berbicara, tersenyum, berjalan, duduk, bahkan waktu kau membaca
setatus-setatusnya di sosmed. Bahkan seorang yang dimabuk oleh perasaan ganjil
itu seringkali selalu mengikuti kemanapun orang yang membuatnya seperti itu
melangkah. Sebut saja ia dengan “X”. Seakan-akan tahu apa yang si X lakukan di
rumahnya, di sekolah, di kampus, di warung, ataupun di manapun itu. Sering
membuka facebook dan diam-diam mengunjungi profilnya, diam-diam kepo ke
twitternya, diam-diam kepo ke google + nya. Dan parahnya lagi, berlagak jadi
detektif sering Tanya-tanya si X ke sana-kesini.
Tindakan itu amat sangat wajar
terjadi bahkan sering dilakukan oleh anak-anak jaman sekarang. Akhirnya sering
kali merasa diPHPin. Padahal kan si X gak melakukan apapun ke kita. Aku pun mengakuinya aku sesekali pernah
melakukan hal yang lebay itu. Lebay di sini sangat diperlukan, karena hal itu
yang membuat kita sadar rasa apa yang sedang menghinggap di hati ini. Apa itu
benar-benar rasa cinta, atau sekedar hanya rasa kagum yang cepat sirna.
Amat sangat senang ketika kua sudah
mengetahui jawabannya. Saat kau tak lagi mengikutinya kau tak merasa kehilangan
berarti itu hanya sebuah rasa kagum. Namun akan semakin menyiksa ketika kau
mulai diam-diam merindukannya. Kau akan tersiksa sendiri. Itu baru satu kisah. Yang
sangat tak pantas dilakuakn oleh seorang muslimah. Yah bisa dikatakan itu
masa-masa puber.
Bagaimana dengan kisah yang lain?
Semisal kau mengenal seseorang hanya
pernah sekali bertatap muka. Dan itu secara tak sengaja. Kau dipertemukan
begitu singkat dan tanpa makana yang jelas. Hanya tau siapa namanya dan
berlalulah begitu saja. Tapi 2 tahun kemudian kau secara tak sengaja bertemu
dia kembali. Jalan pikiranmu sudah berbeda, tingkah laku bahkan kedewasaan
sudah berubah. Bahkan pandangan dan pikiran sudah mulai terbentuk menuju
kedewasaan. Lantas kau berbincang dengannya. Hanya sekedar berbicara tentang
yang tak penting. Lama kelamaan sebuah rasa penasaran timbul. Membuat dan
menyeret seseorang menggali informasi sebanyak-banyaknya mengenai si X.
diam-diam memanjatkan doa secara malu-malu agar dapat berjumpa, ingin mendengar
kabarnya, dan bahkan sesekali iseng menanyakan hal yang tak penting. Sebenarnya
hal itu sangat tak di logika dan tak masuk akal. Jika dipikir orang itu bukan
lah siapa-siapa mu. Tapi ketika kau terlibat dalam sebuah situasi yang genting
uluran tangan untuk membantu terucap tak henti-hentinya. Dan saat-saat seperti
ini kata-kata dengan kendaraan imanlah yang harus kau pegang. Antara menerima
uluran tangan yang datang karena rasa ganjil atau menahannya untuk berfikir
lebih jernih dan aman.
Sebagai seorang wanita yang benar
adalah agar menjaga perasaannya agar tetap tulus dan tidak dimabukkan oleh rasa
syahwatnya. Begitu juga pria, dia di tuntut untuk menahan rasanya dan tindakan
yang tak masuk diakal.
Jika ditahan secara berkelanjutan
rasa gila yang membara yang akan di alami. Semakin keras untuk melupakannya
semakin melekat pula si X di otaknya. Dan parahnya lagi sebuah tindakan-tindakan
yang Allah benci akan terlintas di pikiranmu. Meminta ampunan itu jalan yang
penting dan harus dilakukan.
Hal itu bisa muncul ketika kita tak
menjaga seluruh perbuatan kita. Menyebarkan berbagai pesona yang menyesatkan.
Dan disinilah sebuah kalimat berlaku. “tundukkan pandangan”. Hal itu yang
sangat penting dalam membawamu ke zona aman. Jika memang kau inigin
mendapatkannya maka jalan satu-satunya sebagai seorang muslim haruslah
menghitbah seorang muslimah itu. Tapi di kenyataan hingga dewasa kini, banyak
orang yang menganggap hal itu sangatlah kuno dan bahkan terkesan tak di masuk
akal. Jika memang jodohmu adalah pria atau wanita itu secara tidak sengaja kau
akan merasakan bahwa jawaban yang tepat memang ia. Tapi pemuda jaman sekarang
terlena akan budaya yang tidak menghormati si wanita. Karena pria yang tak
punya nyali menebar pesona dan si wanita termakan oleh rayuan itu. Mereka
melakukan tindakan di luar ambang kewajaran. Alih-alih mengaku pacaran.
Sehingga tidak ada batas diantara keduanya. Ketika putus merasa sakit hati dan
merasa dihianati. Siapa suruh mau pacaran, coba waktu itu saling menjaga
pandangan dan berkomitmen saling menjaga hati satu sama lain. Pasti rasa cinta
yang tumbuh akan tersirami oleh iman yang tebal. Semakin lama semakin murni
cinta yang tumbuh itu. Semakin ingin menjaganya dan semakin ingin
melindunginya.
Jika dilihat dari beberapa kisah
diatas. Cinta yang timbul masih sebatas dasar. Namun itulah awal cinta, bisa
jadi binasa atau cinta yang suci. Sangat sayang sekali jika ia menjadi cinta
yang jahat. Tapi akan sangat luar biasa jika ia menjadi cinta yang suci dan
terjaga. Untuk para wanita yang sholehah mengingatkan kaum pria yang mulai
dimabukkan oleh rasa yang ganjil sangatlah perlu. Dalam situasi seperti itulah
control iman di masing-masing insan harus membentengi.
Menuju ke kata jodoh lagi. Dimanakah
kita akan menemukan si Jodoh. “hingga saat ini aku masih percaya. “jodoh akan
datang dan ada dimana kita berpijak”. Maka dari itulah sebagai manusia harus
tahu diamanakan akan memijakkan kaki. Ditempat yang baik atau buruk.. itu
merupakan pilihan, karena jodoh bisa berada di temat yang tak terduga. Seperti
alam tak terduga ku yang mulai menerawang keadian-kejadian seseorang.
Kita bisa bicara dan bercerita
setelah mengamati, tidak harus melakukan. Dan disitulah hal penting dalam
menduga-duga alam bawah sadar kita. Alam tak terduga kita. Karena dengan
mengamati kita bisa berpolitik dalam kehidupan. Politik menentukan sebuah
jalinan setatus. Teman, sahabat, saudara, atu hingga akhirnya menjadi Jodoh.
Dan jodoh itu akan ada ketika kita
sudah siap menerimanya. Ketika kita sudah membentuk kepribadian yang pantas
mendapatkan yang sempurna bagi kita. Ia akan sempurna ketika kita juga mencoa
untuk menjaga dan menyempurnakan hati kita.
Yah.. itulah jodoh yang sangat sulit
untuk ditebak. Walau kisah diatas hanya kisah dasar yang sering hinggap ke
semua orang. Tapi dari situlah kita bisa mencari jalan yang lurus. Agar menjaga
cerita yang sepele tadi menjadi sebuah cerita yang sangat unik untuk di kenang,
dipelajari dan tentunya diteliti. Agar kelak hal-hal bodoh tidak dilakukan oleh
kita. Agar semua itu berubah jadi benteng iman dan benteng menjaga jiwa yang
suci.
Terimakasih untuk semua kisah yang
membuat benteng iman semakin tebal. Terimakasih cerita-cerita teman, sahabat
saudara yang tentunya tak bisa aku tuangkan semua di sini. Terimakasih karna
kalian membuat aku semakin ingin menjaga cinta ku untuk tetap suci dan
istiqomah..
Semangat.. tidak ada alasan cinta
yang membuta. Masa muda.. masa remaja tak bisa kau sia-siakan untuk hal yang
menjerumuskanmu ke Neraka. Ngaudubillah..
Surakarta,
18
February 2014

Tidak ada komentar:
Posting Komentar