Sabtu, 18 April 2015

Pesan Tuhan untuk Kau Tulis dan Baca

X mungkinkah ia jodohmu, atau setan penggerogot imanmu. Surakarta 18 February 2014. saat itu, Aku menulis artikel tentang jodoh, dan sebuah alam bawah sadar. Benarkah itu bisa di lakukan, benarkah apa yang sebenarnya kita tau tak baik,  bisa di hindari. Pahamkah bahwa aku tau mana yang baik, mana yang seharusnya aku pilih, dan mana yang bisa menuntunku.
Itulah mengapa menulis membuat kita menjadi memiliki catatan pengingat, pengingat di kala kita terpuruk dan jatuh. Atau pengingat di kala kita sedang senang dan bergembira yang luar biasa menggebu-gebu. Dan bacalah setelanya, karena dengan menulis tanpa membaca maka kau akan lupa,  ingatlah bahwa Tuhan menuntun kita untuk senantiasa membaca, jadi apa lagi yang menjadi alasan untuk membenci menulis dan membaca. Tentu tak ada ….


Setidaknya kita akan tau mana yang sempat kita pilih, mana yang sempat kita lupakan dan mana yang sekarang kita jalani. (Benar dengan HR.Tirmidzi 3522, Ahmad 4/302, al-Hakim 1/525, Lihat Shohibah Sunan Tirmidzi III NO.2792) Hadist yang di kenalkan padaku oleh seorang pria yang dulu kerap mendiskusikan agama, bunyinya “ALLAHUMA MUSHORRIFAL QULUUB SHORRIF QULUUBUUNA ‘ALA THO’ATIK” artinya [Ya Allah yang memalingkan (membolak balikkan) hati manusia, palingkanlah hati kami di atas ketaatan kepada-MU.
Subhanallah ternyata memang benar Allah akan menguji kita dengan cara membolak-balikan hati dengan mana yang benar dan mana yang sekiranya salah. Satu pelajaran penting dari Hadizst tadi, kita di anjurkan untuk senantiasa berdoa pada Allah agar selalu di lindungi meneguhkan hatinya pada Allah seperti doa Rasullullah SAW “YA MUQALLIBAL QULLUB TSABBIT QULUUBANAA’ALAA DINIK” artinya : wahai Dzat yang membolak-balikan hati tetapkanlah hati kami di atas agama-MU.
Lantas bagaimana kita memperbaiki hati yang sudah pernah berbalik arah 180 derajat dari kebaikan. Akankah Allah mengampuni dosa kita? Akankah kita di terima dan kita bisa kembali ke jalan yang baik.
Resapi semua kisah yang pernah kita jalani, jika dengan peristiwa buruk kita memilih jalan yang baik dan kembali kepada kebaikan niscaya Allah telah menutun kita kembali ke jalan yang benar, namun jika kita justru membabi butakan hati kita menuju hari-hari yang kelam, itu tandanya kita tak bisa mengambil hikmah peristiwa buruk yang menimpa. Seperti contoh, bukanya mendekatkan diri pada Allah, eh kita justru mencari kebahagiaan di jalan yang Allah benci.
Tak ada yang bisa mencegah kita berfikir, dan bertindak, kecuali kebaikan-kebaikan yang pernah kita lakukan sebelumnya. Lalu bagaimana aku mensyukuri semua pelajaran yang pernah terjadi?
Mungkin dengan mengingat bahwa Allah tak akan menguji seorang kaum melampaui batas kemampuan kaum itu sendiri, percayalah bahwa kita adalah kaum yang terpilih mendapatkan hidayahNya. Hidayah yang dititipkan yang melalui masa-masa kelam dalam kehidupan. Betapa Allah sangat mencintai kita, karena Allah telah membuktikan pikiran dan persepsi yang benar, dengan cara kita dapat membuktikannya secara langsung. Ya dengan kisah yang pernah ku tulis, aku bukan hanya mendengar cerita dari orang lain lagi, ternyata memang pandangan orang-orang terdahulu mengenai itu benar adanya.


Jadi tergantung akan jadi apa kita setelah di uji, bisa jadi kita gagal melewati ujian atau berhasil hingga tak ada lagi alasan untuk menggerogoti iman. Yang berlalu biarlah kita simpan sebagai pelajaran, yang terpenting adalah siapa kita sekarang dan bagaimana kita sekarang. Hidup adalah seni yang hanya Tuhan yang bisa menentukan. Kita tak tahu apa yang akan terjadi kelak, jadi berdoalah dengan penuh rasa takut dan berdoa untuk kebaikan. Niscaya Tuhan akan mengembalikan kita ke jalan yang benar dan terang. Satu lagi kita tak akan tau dengan apa yang akan waktu berikan pada kita kelak, namun waktu tak akan memberikan apa yang sudah terjadi kembali lagi pada hidup kita. Memanfaatkan waktu sebaik mungkin akan membuat kita tak menyesali masa lalu. Thanks GOD. 

Tidak ada komentar: