X mungkinkah ia
jodohmu, atau setan penggerogot imanmu. Surakarta 18 February 2014. saat itu, Aku menulis
artikel tentang jodoh, dan sebuah alam bawah sadar. Benarkah itu bisa di
lakukan, benarkah apa yang sebenarnya kita tau tak baik, bisa di hindari. Pahamkah bahwa aku tau mana
yang baik, mana yang seharusnya aku pilih, dan mana yang bisa menuntunku.
Itulah mengapa
menulis membuat kita menjadi memiliki catatan pengingat, pengingat di kala kita
terpuruk dan jatuh. Atau pengingat di kala kita sedang senang dan bergembira
yang luar biasa menggebu-gebu. Dan bacalah setelanya, karena dengan menulis
tanpa membaca maka kau akan lupa, ingatlah bahwa Tuhan menuntun kita untuk
senantiasa membaca, jadi apa lagi yang menjadi alasan untuk membenci menulis
dan membaca. Tentu tak ada ….
Setidaknya kita
akan tau mana yang sempat kita pilih, mana yang sempat kita lupakan dan mana
yang sekarang kita jalani. (Benar dengan HR.Tirmidzi 3522, Ahmad 4/302,
al-Hakim 1/525, Lihat Shohibah Sunan Tirmidzi III NO.2792) Hadist yang di
kenalkan padaku oleh seorang pria yang dulu kerap mendiskusikan agama, bunyinya
“ALLAHUMA MUSHORRIFAL QULUUB SHORRIF QULUUBUUNA ‘ALA THO’ATIK” artinya [Ya
Allah yang memalingkan (membolak balikkan) hati manusia, palingkanlah hati kami
di atas ketaatan kepada-MU.
Subhanallah ternyata
memang benar Allah akan menguji kita dengan cara membolak-balikan hati dengan
mana yang benar dan mana yang sekiranya salah. Satu pelajaran penting dari
Hadizst tadi, kita di anjurkan untuk senantiasa berdoa pada Allah agar selalu
di lindungi meneguhkan hatinya pada Allah seperti doa Rasullullah SAW “YA
MUQALLIBAL QULLUB TSABBIT QULUUBANAA’ALAA DINIK” artinya : wahai Dzat yang
membolak-balikan hati tetapkanlah hati kami di atas agama-MU.
Lantas bagaimana
kita memperbaiki hati yang sudah pernah berbalik arah 180 derajat dari
kebaikan. Akankah Allah mengampuni dosa kita? Akankah kita di terima dan kita
bisa kembali ke jalan yang baik.
Resapi semua
kisah yang pernah kita jalani, jika dengan peristiwa buruk kita memilih jalan
yang baik dan kembali kepada kebaikan niscaya Allah telah menutun kita kembali
ke jalan yang benar, namun jika kita justru membabi butakan hati kita menuju
hari-hari yang kelam, itu tandanya kita tak bisa mengambil hikmah peristiwa
buruk yang menimpa. Seperti contoh, bukanya mendekatkan diri pada Allah, eh
kita justru mencari kebahagiaan di jalan yang Allah benci.
Tak ada yang
bisa mencegah kita berfikir, dan bertindak, kecuali kebaikan-kebaikan yang
pernah kita lakukan sebelumnya. Lalu bagaimana aku mensyukuri semua pelajaran
yang pernah terjadi?
Mungkin dengan
mengingat bahwa Allah tak akan menguji seorang kaum melampaui batas kemampuan
kaum itu sendiri, percayalah bahwa kita adalah kaum yang terpilih mendapatkan
hidayahNya. Hidayah yang dititipkan yang melalui masa-masa kelam dalam
kehidupan. Betapa Allah sangat mencintai kita, karena Allah telah membuktikan
pikiran dan persepsi yang benar, dengan cara kita dapat membuktikannya secara
langsung. Ya dengan kisah yang pernah ku tulis, aku bukan hanya mendengar
cerita dari orang lain lagi, ternyata memang pandangan orang-orang terdahulu
mengenai itu benar adanya.
Jadi tergantung
akan jadi apa kita setelah di uji, bisa jadi kita gagal melewati ujian atau
berhasil hingga tak ada lagi alasan untuk menggerogoti iman. Yang berlalu
biarlah kita simpan sebagai pelajaran, yang terpenting adalah siapa kita
sekarang dan bagaimana kita sekarang. Hidup adalah seni yang hanya Tuhan yang
bisa menentukan. Kita tak tahu apa yang akan terjadi kelak, jadi berdoalah
dengan penuh rasa takut dan berdoa untuk kebaikan. Niscaya Tuhan akan
mengembalikan kita ke jalan yang benar dan terang. Satu lagi kita tak akan tau
dengan apa yang akan waktu berikan pada kita kelak, namun waktu tak akan
memberikan apa yang sudah terjadi kembali lagi pada hidup kita. Memanfaatkan waktu
sebaik mungkin akan membuat kita tak menyesali masa lalu. Thanks GOD.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar