
RasaRasakanRasaRasakanRasaDan Rasakan
Ada apa dengan rasa?
Rasa itu apa ?
Apa sih maunya rasa ?
Kenapa ada rasa ?
Kenapa harus ada rasa ?
Rasa……. ku ingin memerangi mu !
Resah sudah….Ternyata beginilah rasanya, lama tak merasakan namanya marah, jengkel, kesal, sebal…. Dan yang sejenis dengan rasa tadi. Kenapa di sini banyak yang menjengkelkan, siapa yang salah, Kau aku atau keadaan ini.
Di mana mata mu… mata hati mu…di mana kau simpan… di kantong bajumu kah? Atau kau simpan di dalam kaos kaki mu yang telah usang itu? Dan kau tak henti-hentinya mengatakan bahkan meneriakkan “TOLONG” kata-kata yang membual dari mulut mu… dan akhirnya uluran tangan sudah ku panjangkan, apa balasanya? Kepalan tangan yang begitu cepat kau tonjokkan.Lalu perkataan kritis mu terhadap diri yang lemah ini membuat aku semakin kuat dan semakin ingin memakanmu… “:0” bola mata mu yang selalu menilai orang dari kulitnya membuat aku semakin garang…..dan semakin garang pada diri mu. Kau menganggap diri mu layaknya ratu di sarang lebah yang harus dilayani para prajuritnya.
Kau anggap kau benar dan paling pintar layaknya Enstein. Muak… muak… muak… dan aku muak….Itulah gambaran hati yang menggeliat tak tau arah ini. Aku resah,,, kenapa aku tak bisa teriakan pada semua orang aku ingin marah…….. tak bisa aku ucapkan semua kata-kata keji pada objek yang membuat aku menderita… terlalu sabarkah si semut yang lemah ini. Kenapa? Apa yang membuat aku selalu begini.“kamu sabar banget ya?”Selalu itu yang aku dapati ketika orang lain tau penderitaan ku. Benarkah? Ia atau tidak?...Dan ku rasa jawabnya : Ia.. aku tak pernah bisa marah pada siapa pun itu. Karena menurut ku marah hanya membuat otak semakin kriting dan membuat hati semakin lelah layaknya orang lari marathon 100 tahun. Tapi kenapa begitu? Kesalku tak pernah bisa awet… mungkin tarikan nafas yang agak panjang obatnya.. ya aku rasa cara itu yang efektif dan paling efektif untuk meredakan amarah.
Dan hal yang paling sering aku lakukan adalah membayangkan bahwa si objek yang membuat aku marah itu berubah rupa layaknya monyet, babi, atau gajah… bayangkan ketika muka seseorang dipenuhi bulu rambut yang membentuk love, dengan hidung yang mirip babi dan kuping besar seperti gajah. Dan itu sangat aneh dan memuakkan… dan bayangkan lagi jika siluman itu menari- nari di depanmu… pasti hal yang pertama aku lakukan adalah menarik kupingnya, menyumpal hidungnya, dan membuat rambut di mukannya menjadi kriting gantung… mungkin dia akan semakin aneh, dan semakin aneh… dengan hal itu lah aku semakin tidak bisa marah pada siapapun. Cukup membayangkan apa yang akan ku lakukan… kesal dan dendam sudah ku cuci dan bilas…. Hingga akhirnya kembali kering seperti semula.
Lagi pula waktu tak bisa di ulang, kesalahan tadi tetap kesalahan jika kata memaafkan tak kunjung ku hadirkan. Ini adalah proses membuat diri semakin layak untuk menjadi manusia yang baik. Tak perlu menyulitkan apa yang tak semestinya dilakukan… sudahlah lebih baik pikirkan hal yang menyenangkan.Orang-orang yang pemarah dan emosional itu orang yang tak tau keindahan dan manfaat senyuman, karena dengan kau marah membuat otak mu melupakan senyuman yang pernah dia buat pada mu… (dia orang yang kau anggap sebagai objek kemarahan. . . )Sudahlah sekarang sudah cukup untuk marah.. waktunya sedekah melalui jalan senyuman…Sedekah dulu yukz?Mari kita senyum.. :) :)
Ada apa dengan rasa?
Rasa itu apa ?
Apa sih maunya rasa ?
Kenapa ada rasa ?
Kenapa harus ada rasa ?
Rasa……. ku ingin memerangi mu !
Resah sudah….Ternyata beginilah rasanya, lama tak merasakan namanya marah, jengkel, kesal, sebal…. Dan yang sejenis dengan rasa tadi. Kenapa di sini banyak yang menjengkelkan, siapa yang salah, Kau aku atau keadaan ini.
Di mana mata mu… mata hati mu…di mana kau simpan… di kantong bajumu kah? Atau kau simpan di dalam kaos kaki mu yang telah usang itu? Dan kau tak henti-hentinya mengatakan bahkan meneriakkan “TOLONG” kata-kata yang membual dari mulut mu… dan akhirnya uluran tangan sudah ku panjangkan, apa balasanya? Kepalan tangan yang begitu cepat kau tonjokkan.Lalu perkataan kritis mu terhadap diri yang lemah ini membuat aku semakin kuat dan semakin ingin memakanmu… “:0” bola mata mu yang selalu menilai orang dari kulitnya membuat aku semakin garang…..dan semakin garang pada diri mu. Kau menganggap diri mu layaknya ratu di sarang lebah yang harus dilayani para prajuritnya.
Kau anggap kau benar dan paling pintar layaknya Enstein. Muak… muak… muak… dan aku muak….Itulah gambaran hati yang menggeliat tak tau arah ini. Aku resah,,, kenapa aku tak bisa teriakan pada semua orang aku ingin marah…….. tak bisa aku ucapkan semua kata-kata keji pada objek yang membuat aku menderita… terlalu sabarkah si semut yang lemah ini. Kenapa? Apa yang membuat aku selalu begini.“kamu sabar banget ya?”Selalu itu yang aku dapati ketika orang lain tau penderitaan ku. Benarkah? Ia atau tidak?...Dan ku rasa jawabnya : Ia.. aku tak pernah bisa marah pada siapa pun itu. Karena menurut ku marah hanya membuat otak semakin kriting dan membuat hati semakin lelah layaknya orang lari marathon 100 tahun. Tapi kenapa begitu? Kesalku tak pernah bisa awet… mungkin tarikan nafas yang agak panjang obatnya.. ya aku rasa cara itu yang efektif dan paling efektif untuk meredakan amarah.
Dan hal yang paling sering aku lakukan adalah membayangkan bahwa si objek yang membuat aku marah itu berubah rupa layaknya monyet, babi, atau gajah… bayangkan ketika muka seseorang dipenuhi bulu rambut yang membentuk love, dengan hidung yang mirip babi dan kuping besar seperti gajah. Dan itu sangat aneh dan memuakkan… dan bayangkan lagi jika siluman itu menari- nari di depanmu… pasti hal yang pertama aku lakukan adalah menarik kupingnya, menyumpal hidungnya, dan membuat rambut di mukannya menjadi kriting gantung… mungkin dia akan semakin aneh, dan semakin aneh… dengan hal itu lah aku semakin tidak bisa marah pada siapapun. Cukup membayangkan apa yang akan ku lakukan… kesal dan dendam sudah ku cuci dan bilas…. Hingga akhirnya kembali kering seperti semula.
Lagi pula waktu tak bisa di ulang, kesalahan tadi tetap kesalahan jika kata memaafkan tak kunjung ku hadirkan. Ini adalah proses membuat diri semakin layak untuk menjadi manusia yang baik. Tak perlu menyulitkan apa yang tak semestinya dilakukan… sudahlah lebih baik pikirkan hal yang menyenangkan.Orang-orang yang pemarah dan emosional itu orang yang tak tau keindahan dan manfaat senyuman, karena dengan kau marah membuat otak mu melupakan senyuman yang pernah dia buat pada mu… (dia orang yang kau anggap sebagai objek kemarahan. . . )Sudahlah sekarang sudah cukup untuk marah.. waktunya sedekah melalui jalan senyuman…Sedekah dulu yukz?Mari kita senyum.. :) :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar