Minggu, 10 November 2013

TIKET KESABARAN SERIBU RUPIAH

angin...
terbangkan kelopak-kelopak keindahan.
hanyutkan hati semakin dalam.
disaat mentari menyinari dedaunan.
embun-embun bergeliat kepanasan

angin kenapa kau menyapaku dengan begitu lembut. Membawa ku ke sudut yang begitu sejuk, aku tak tau kenapa angin begitu indah ketika menerbangkan, mengoyak dan memisahkan kelopak bunga kuning hingga akhirnya mereka menghujaniku di saat aku menunggu bus kuning datang(bus kampus).
Aku merasa bagai ada di musim bunga sakura yang gugur di Korea. Mentari yang begitu menghangatkan tubuhku membuat aku semakin senang dan tak tau kenapa, menunggu menjadi hal yang nyaman saat itu.
Kendaraan yang lulu lalang dan menghembuskan asap polusi tak ku hiraukan lagi. Mereka malah membuat suasana semakin nyata dan membuat ku sadar bahwa itu adalah sebuah kenyataan bukanlah mimpi.


beberapa bunga berjatuhan di baju ku, ku amati dan ku pandangi alangkah rapuhnya mereka dan hal yang tak habis pikir dari ku kenapa mereka meninggalkan kawananya saat terbang, mereka tak tau dimana akan mendarat. Ditengah jalan kah atau tepat di tubuhku, mereka tak takut terinjak bahkan hancur dan mereka tak ragu untuk ikut terbang bersama angin yang lembut itu. 

lamunanku seketika terhambur dan berlarian keluar dari otakku. Bus yang ku tunggu sudah tiba.. Senang pastinya.. aku naik tak menghiraukan apapun, karna memang yang ada dalam pikiranku sekarang... adalah pulang kampung. :). Sejenak aku terdiam, uang ku tak ada yang nominalnya Rp. 1000,- dan aku mulai panik.. aku tak mungkin membayar dengan puluhan atau bakan ratusan ribu rupiah. aku gelisah karna aku tak bisa membayar bus yang hanya seribu rupiah itu... rasanya sangat berdosa ketika aku turun dan tak memasukan uang ke kotak tarif. Walau hanya aku yang tau tapi rasanya ak sangat berdosa, karna aku tahu aku salah dan dosa. :(. 
keindahan bunga-bunga berubah menjadi rasa bersalah dan berdosa hanya karna uang seribu rupiah. 
aku mencoba untuk tak menghiraukan hal itu. Aku berlari menghampiri Rasno alias (Waras dan dia cewek..) karna dia telah menunggu ku di gerbang depan kampus. dia tersenyaum dan menampakkan seluruh gigi-giginya dengan lebar pada ku. " hai ai... ak kira kamu yang bakal sampe sini dulu.!"sapanya ..." ya maaf ya no.. ak tadi solat dulu". jawabku memberi alasan, "ya gak papa ko.. aku juga lagi nunggu om yang mau nitip barang"......." oh ok, berarti kita masih nunggu di sini to?"..... " ia"....aku mencoba untuk sabar dan menunggu lagi, dan apa yang ku dapati, HP rasno bunyi,( "hallo..."...."ia lek... ak di depan gerbang."....."apa di gerbang stasiun???"...."ia. ia. ia aku ke sana ini lagi naik bus(padahal masih duduk santai)."...) itulah sekelumit percakapan yang aku dengar. dan itu menandakan bahwa sia-sia aku sudah nunggu lama banget.. dan ternyata itu seharusnya kita nunggu di gerbang setasiun..."maaf ya ai... maaf ya ai..." kata si rasno padaku. 
" yah ok... g papa.."aku mencoba untuk sabar. 
tapi rasno panik gak mau diem dan seakan dia itu dikejar-kejar sama beruang betina yang lagi kehilangan anaknya. Muka paniknya sebenernya bikin aku pengen guling-guling di tengah aspal sambil ngakak ... mukanya yang polos ... dan gugup itu lucu banget kaya anak tk yang kebelet pipis dan udah di tahan 5 jam...:D. Dia tanya sana sini (kira-kira sampe setasiun berapa lama ya pa?) dan itu pertanyaan yang menurut aku gak penting banget , karena dengan kita tanya atau enggak toh  gak ada yang bisa bikin bus semakin cepat bagai ada roket di rodanya. Aku cuma diem dan makan batagor yang sempet di beli waktu nungguin pak lek yang gak jelas tadi. "kamu masih bisa makan ai?"kata waras sambil melotot-melotot gak jelas...." ya ia lah lagian akau laper, belum makan." jawabku seadanya. ...." tapi kita itu hampir telat.. kurang setengah jam lagi kereta jalan."..." ya lagian sabar aja kali, gak bakal ketinggalan.." jawabku sambil terus mengunyah. 

akhirnay sampai juga di stasiun Solo Balapan.. kita langsung menghampiri pak leknya si rasno dan hanya sekedar bersalaman dan menerima titipan barang... lanjut capcus ke dalem stasiun. Dan di sana kita bertemu Titis yang notabene dititipin tiket sama kita berdua biar gak kehabisan tiket... dan apa yang aku dapatkan lagi..."sory ya udah bikin kalian panik, tiket kereta gak ada.. karena kereta sedang ada perbaikan." kata titis tanpa berdosa. "WHAT...apaaaa?"jawab kita berdua...." ya sory.. aku kan gak mau yang jadi korban PHP cuma aku doang.." kata titis membela diri....

sebenernay sih kesel dan pengen marah banget.... tapi mencoba untuk sabar dan.. mengurutkan kejadian demi kejadian...
setelah aku sadar dan mengurutkan hal yang aku alami... permasalahan ada di uang seribu itu... gara-gara itu mungkin Alloh gak terima dengan sikapku.. akhirnya aku di PHP in nunggu gak jelas di gerbang kampus dan sama kereta yang rusak itu... :( sedih rasanya... dan aku janji... kalo naik bus kampus lagi pasti bayar dobel ko... hahahaha....
terimakasih karna Kau telah mengingatkan kesalahan demi kesalahan yang telah aku lakukan.. agar bisa belajar tenang sabar dan menyadari kesalahan... 
:D UNTUNG Ada KA. Pramek yang bisa dan masih setia untuk di tunggu 2 jam selanjutnya... dan akhirnya nunggu. nunggu dan nunggu lagi... :).... sabar.. sabar dan sabar lagi...:)..... hingga akhirnya sampai di rumah dan disambut mamah bapa... : senang banget.. walau masih ada kecewanya dikit....


Tidak ada komentar: