terbangkan kelopak-kelopak keindahan.
hanyutkan hati semakin dalam.
disaat mentari menyinari dedaunan.
embun-embun bergeliat kepanasan
angin kenapa kau menyapaku dengan begitu lembut. Membawa ku ke sudut yang begitu sejuk, aku tak tau kenapa angin begitu indah ketika menerbangkan, mengoyak dan memisahkan kelopak bunga kuning hingga akhirnya mereka menghujaniku di saat aku menunggu bus kuning datang(bus kampus).
Aku merasa bagai ada di musim bunga sakura yang gugur di Korea. Mentari yang begitu menghangatkan tubuhku membuat aku semakin senang dan tak tau kenapa, menunggu menjadi hal yang nyaman saat itu.
Aku merasa bagai ada di musim bunga sakura yang gugur di Korea. Mentari yang begitu menghangatkan tubuhku membuat aku semakin senang dan tak tau kenapa, menunggu menjadi hal yang nyaman saat itu.
Kendaraan yang lulu lalang dan menghembuskan asap polusi tak ku hiraukan lagi. Mereka malah membuat suasana semakin nyata dan membuat ku sadar bahwa itu adalah sebuah kenyataan bukanlah mimpi.
beberapa
bunga berjatuhan di baju ku, ku amati dan ku pandangi alangkah rapuhnya mereka
dan hal yang tak habis pikir dari ku kenapa mereka meninggalkan kawananya saat
terbang, mereka tak tau dimana akan mendarat. Ditengah jalan kah atau tepat di
tubuhku, mereka tak takut terinjak bahkan hancur dan mereka tak ragu untuk ikut
terbang bersama angin yang lembut itu.
lamunanku
seketika terhambur dan berlarian keluar dari otakku. Bus yang ku tunggu sudah
tiba.. Senang pastinya.. aku naik tak menghiraukan apapun, karna memang yang
ada dalam pikiranku sekarang... adalah pulang kampung. :). Sejenak aku terdiam,
uang ku tak ada yang nominalnya Rp. 1000,- dan aku mulai panik.. aku tak
mungkin membayar dengan puluhan atau bakan ratusan ribu rupiah. aku gelisah
karna aku tak bisa membayar bus yang hanya seribu rupiah itu... rasanya sangat
berdosa ketika aku turun dan tak memasukan uang ke kotak tarif. Walau hanya aku
yang tau tapi rasanya ak sangat berdosa, karna aku tahu aku salah dan dosa.
:(.
keindahan
bunga-bunga berubah menjadi rasa bersalah dan berdosa hanya karna uang seribu
rupiah.
aku mencoba
untuk tak menghiraukan hal itu. Aku berlari menghampiri Rasno alias (Waras dan
dia cewek..) karna dia telah menunggu ku di gerbang depan kampus. dia
tersenyaum dan menampakkan seluruh gigi-giginya dengan lebar pada ku. "
hai ai... ak kira kamu yang bakal sampe sini dulu.!"sapanya ..." ya
maaf ya no.. ak tadi solat dulu". jawabku memberi alasan, "ya gak
papa ko.. aku juga lagi nunggu om yang mau nitip barang"......." oh
ok, berarti kita masih nunggu di sini to?"..... " ia"....aku
mencoba untuk sabar dan menunggu lagi, dan apa yang ku dapati, HP rasno bunyi,(
"hallo..."...."ia lek... ak di depan
gerbang."....."apa di gerbang stasiun???"...."ia. ia. ia
aku ke sana ini lagi naik bus(padahal masih duduk santai)."...)
itulah sekelumit percakapan yang aku dengar. dan itu menandakan bahwa sia-sia
aku sudah nunggu lama banget.. dan ternyata itu seharusnya kita nunggu di
gerbang setasiun..."maaf ya ai... maaf ya ai..." kata si rasno
padaku.
" yah
ok... g papa.."aku mencoba untuk sabar.
tapi rasno
panik gak mau diem dan seakan dia itu dikejar-kejar sama beruang betina yang
lagi kehilangan anaknya. Muka paniknya sebenernya bikin aku pengen
guling-guling di tengah aspal sambil ngakak ... mukanya yang polos ... dan
gugup itu lucu banget kaya anak tk yang kebelet pipis dan udah di tahan 5
jam...:D. Dia tanya sana sini (kira-kira sampe setasiun berapa lama ya pa?) dan
itu pertanyaan yang menurut aku gak penting banget , karena dengan kita tanya
atau enggak toh gak ada yang bisa bikin bus semakin cepat bagai ada roket
di rodanya. Aku cuma diem dan makan batagor yang sempet di beli waktu nungguin
pak lek yang gak jelas tadi. "kamu masih bisa makan ai?"kata waras
sambil melotot-melotot gak jelas...." ya ia lah lagian akau laper, belum
makan." jawabku seadanya. ...." tapi kita itu hampir telat.. kurang
setengah jam lagi kereta jalan."..." ya lagian sabar aja kali, gak
bakal ketinggalan.." jawabku sambil terus mengunyah.
akhirnay
sampai juga di stasiun Solo Balapan.. kita langsung menghampiri pak leknya si
rasno dan hanya sekedar bersalaman dan menerima titipan barang... lanjut capcus
ke dalem stasiun. Dan di sana kita bertemu Titis yang notabene dititipin tiket
sama kita berdua biar gak kehabisan tiket... dan apa yang aku dapatkan
lagi..."sory ya udah bikin kalian panik, tiket kereta gak ada.. karena
kereta sedang ada perbaikan." kata titis tanpa berdosa.
"WHAT...apaaaa?"jawab kita berdua...." ya sory.. aku kan gak mau
yang jadi korban PHP cuma aku doang.." kata titis membela diri....
sebenernay
sih kesel dan pengen marah banget.... tapi mencoba untuk sabar dan..
mengurutkan kejadian demi kejadian...
setelah aku
sadar dan mengurutkan hal yang aku alami... permasalahan ada di uang seribu
itu... gara-gara itu mungkin Alloh gak terima dengan sikapku.. akhirnya aku di
PHP in nunggu gak jelas di gerbang kampus dan sama kereta yang rusak itu... :(
sedih rasanya... dan aku janji... kalo naik bus kampus lagi pasti bayar dobel
ko... hahahaha....
terimakasih
karna Kau telah mengingatkan kesalahan demi kesalahan yang telah aku lakukan..
agar bisa belajar tenang sabar dan menyadari kesalahan...
:D UNTUNG
Ada KA. Pramek yang bisa dan masih setia untuk di tunggu 2 jam selanjutnya...
dan akhirnya nunggu. nunggu dan nunggu lagi... :).... sabar.. sabar dan sabar
lagi...:)..... hingga akhirnya sampai di rumah dan disambut mamah bapa... :
senang banget.. walau masih ada kecewanya dikit....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar